Kamis, 28 Oktober 2010

Power Metal,bertahan Pada Keyakinan

 Ada baiknya jika anda mengganti nomor telepon genggam, Anda kabarkan itu pada kawan-kawan terdekat. Anda tak pernah tahu betapa hal kecil bisa mempengaruhi ke hal besar. Setidaknya, itu terjadi pada PowerMetal. Setelah merilis album kedelapan mereka di tahun 2005 yang berjudul Kebesaranmu, Arul Irfansyah sang vokalis, kembali ke kampung halamannya di Banjarmasin untuk mengembangkan potensi daerah di sana—tentu saja masih seputar industri musik. Kawan-kawannya di PowerMetal kehilangan kontak dengan Arul sehingga akhirnya membuat mereka berinisiatif mencari beberapa vokalis baru. Itu sebabnya sebelum akhirnya rilis album kesembilan, sudah ada materi sebanyak empat album yang tak juga kunjung dirilis karena mereka tak merasa puas dan tak percaya diri de-gan materi yang sudah dibuat.

Lantas, seperti biasa terjadi di kisah rock & roll era millenium ketiga, desakan yang begitu kuat di dunia maya akhirnya membuat PowerMetal penuh tekad untuk menyelesaikan album itu. Apalagi pucuk dicinta ulam pun tiba setelah salah seorang penggemar PowerMetal berangkat ke Banjarmasin dan berhasil menemui Arul yang ternyata sempat merasa sedih karena pernah mendengar PowerMetal akan berjalan dengan vokalis baru. “Karena biar bagaimanapun juga, PowerMetal kan sudah satu kesatuan, PowerMetal itu tim. Ibaratnya boleh dibilang dari kecil, kan nggak enak, akhirnya saya putuskan untuk segera kembali,” kata Arul. Maka, medio akhir 2009, Arul berangkat dari Banjarmasin ke Jakarta.

Pemain keyboard Sastro Adi ingat betul peristiwa datangnya Arul itu. Suatu hari, dia sedang mengedit lagu “Satu Jiwa” di studio, yang masih dengan versi guide vokalnya. Tiba-tiba dia mendengar jeritan khas dari seorang vokalis yang memang tempatnya ada di PowerMetal.

“Aaaaaaaa,” kata Sastro Adi menirukan jeritan Arul. “Mr. Arul datang, dan langsung saja itu lagu one take.”
“Satu Jiwa” adalah lagu yang diambil dari album pertama mereka, Power One (1991), album yang dibuat setelah mereka menjadi juara pertama kompetisi rock yang diadakan promotor Log Zhelebour di tahun ’89 dengan juara kedua Roxx. Dan formasi PowerMetal terkini, selain Arul dan Sastro Adi, adalah: gitaris Ipunk dan Lucky, pemain drum Ekko Dinaya, dan pemain bas Sababa. Lagu itu adalah lagu yang menyatukan mereka. Lagu yang membuat mereka semangat, yang inspirasinya diambil dari suasana konser, ketika penampil dan penonton menjadi satu oleh musik rock. Dan di album terbaru ini, “Satu Jiwa” dibawakan kembali dengan aransemen baru.

“Rasanya lahir kembali, bisa kumpul lagi dengan teman-teman. Dan lagu ‘Satu Jiwa’ itu lagu yang abadi, album pertama. Lagu ‘Satu Jiwa’ itu yang bisa mengumpulkan kami dengan semuanya,” kata Arul.

Kini, nama PowerMetal dieja tanpa spasi, berbeda dengan ejaan mereka sebelumnya. Harapannya supaya mereka tak berpisah lagi. Kembalinya Arul adalah salah satu faktor, selain tentu saja dukungan penuh dari penggemarnya yang diberi nama Power Mania. “Mungkin orang sudah malas denger musik metal saat ini, tapi ya sudah, kamu kamu, kami ya kami,” kata Ipunk. Dan hal itu mereka ungkapkan di lagu “Keyakinanku” yang jika dibaca seperti lirik lagu cinta walau ternyata bukan. Di “Keyakinanku”, PowerMetal bicara soal PowerMetal, bicara soal tetap percaya pada kelompok musik itu.

Menurut Ipunk, di album ini PowerMetal memakai pendekatan yang berbeda dari sisi proses kreatif: menulis lirik dulu baru membuat lagu. Di album-album sebelumnya, mereka selalu menulis lirik belakangan dan menganggap lirik tak lebih penting dari musik. Maklum, kata Ipunk, itu akibat terlalu sering ikut festival di mana biasanya juri lebih mengutamakan keahlian bermusik dan aransemen sehingga lirik menjadi nomor dua dalam fokus perhatian.

“Dulu bikin lirik harus disesuaikan, bikin musiknya dulu baru lirik dipas-paskan dengan panjang musiknya. Kali ini banyak lirik tercipta memang dari hati, lirik bukan setelah musik. Di sini mungkin proses yang baru buat kami di album ini, tapi sepertinya lebih kena soul-nya, karena tema sudah tersusun, urutan sudah tersusun. Tapi setelah bikin album ini, satu sisi lain yang paling kelihatan adalah soul. Biasanya musik metal adalah musik yang paling dominan mempengaruhi orang tapi soul-nya jarang sekali kena,” kata Ipunk.







sumber:http://www.rollingstone.co.id/read/2010/10/01/849/1/1/Bertahan-Pada-Keyakinan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar